Tribunnews.com – Selasa, 20 September 2011

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Penyakit tidak menular telah menimbulkan dampak yang luas, sehingga membutuhkan komitmen politik tinggi. Untuk itu, masyarakat internasional perlu memperkuat komitmen global dalam mengkoordinasikan langkah bersama mengatasi tantangan penyakit tidak menular.

Hal tersebut disampaikan Menlu RI Marty M Natalegawa pada Pertemuan Tingkat Tinggi mengenai pencegahan dan penanganan penyakit tidak menular, di New York, Senin (19/9/2011).

“Pada tataran global, penyakit tidak menular (non-communicable diseases) paling banyak menyerang kelompok usia menengah, yang justru merupakan kelompok usia paling produktif, sehingga dapat mengurangi tingkat pertumbuhan sampai dengan lima persen,” demikian papar Menlu melalui rilis yang diterima Tribunnews.com, Selasa (20/9/2011).

Laporan WHO tahun 2010 menunjukkan bahwa angka kematian akibat penyakit tidak menular telah mencapai 36,1 juta pada tahun 2008, dan diperkirakan akan meningkat 17 persen pada dasawarsa berikutnya. Di kawasan Asia Tenggara, kematian yang disebabkan oleh penyakit tidak menular dikhawatirkan meningkat dari 2,6 juta menjadi 4,2 juta.

Dalam pernyataannya, yang juga mewakili sepuluh negara ASEAN, Menlu RI menekankan keempat langkah yang ditempuh negara-negara ASEAN dalam upaya menekan penyakit tidak menular, yakni memperkuat sistem dan infrastruktur kesehatan; memperkuat kebijakan nasional dalam bidang kesehatan serta mempercepat berbagai program dalam kontrol industi rokok; memperkuat kemitraan dalam bidang kesehatan, dan memastikan keterlibatan dan kerjasama seluruh pemangku kepentingan.

Pada Pertemuan Tingkat Tinggi yang juga dihadiri Menteri Kesehatan RI, Endang Rahayu Sedyaningsih, dan Utusan Khusus Presiden untuk Millennium Development Goal (MDG), Nila Moeloek, Menlu menyampaikan pula bahwa dalam mengatasi penyakit tidak menular, Pemerintah RI memprioritaskan pada upaya menekan faktor-faktor penyebabnya, yakni: kebiasaan merokok, minuman keras, pola makan tidak sehat, serta kurangnya aktifitas fisik.

“Sebagai bagian dari masyarakat dunia, Indonesia berkomitmen untuk mewujudkan Rencana Aksi Strategi Global Pencegahan dan Penanganan Penyakit Tidak Menular 2008-2013,” ditegaskan Menlu. “Dalam kaitan itu, Indonesia telah menyelenggarakan Pertemuan Regional mengenai Tantangan Penyakit Tidak Menular terhadap Kesehatan dan Pembangunan di Jakarta, pada bulan Maret 2011.”

Pertemuan Tingkat Tinggi mengenai Pencegahan dan Penularan Penyakit Tidak Menular diselenggarakan sebagai tindak lanjut kesepakatan Pertemuan Tingkat Tinggi mengenai Millennium Development Goals tahun 2010, yakni perlunya upaya bersama dalam mengatasi dampak penyakit tidak menular, khususnya jantung, kanker, penyakit saluran pernapasan kronis, dan diabetes.

Pertemuan Tingkat Tinggi ini mengusung tiga topik, yaitu peningkatan kasus, tantangan pembangunan, dan dampak sosial-ekonomi penyakit tidak menular; penguatan kapasitas nasional dan kebijakan terkait dalam pencegahan dan kontrol atas penyakit tidak menular; serta upaya mendorong kerjasama dan koordinasi internasional dalam mengatasi penyakit tidak menular.

Penulis: Yulis Sulistyawan  |  Editor: Yudie Thirzano
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: